Banyuwangi, Aktualrakyat.com — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Bagian Perekonomian Setda menggelar diskusi santai bersama para pengembang perumahan dan Bank Jatim.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah anggota Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) serta Real Estate Indonesia (REI). Diskusi yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyuwangi ini membahas berbagai ide, peluang, dan tantangan dalam pengembangan sektor perumahan di wilayah Banyuwangi.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPU CKPP Kabupaten Banyuwangi, Edi Purnomo menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pengembang, dan pihak perbankan.
“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk mendorong kemudahan investasi di sektor perumahan, sekaligus memastikan setiap pembangunan berjalan sesuai dengan tata ruang dan prinsip hunian layak,” ujar Edi, (28/10/2025).
Ia menambahkan, kolaborasi antara pengembang dan lembaga keuangan seperti Bank Jatim diharapkan mampu mempercepat penyediaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat, terutama bagi kalangan berpenghasilan menengah ke bawah.
“Dengan adanya dukungan perbankan daerah, kami optimistis berbagai program perumahan rakyat di Banyuwangi dapat terealisasi dengan baik. Kami ingin memastikan tidak hanya kuantitas perumahan yang meningkat, tetapi juga kualitas lingkungan permukiman yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Diskusi tersebut juga menjadi forum untuk bertukar gagasan terkait penyederhanaan perizinan, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan kawasan perumahan yang terintegrasi dengan infrastruktur kota.
Edi menegaskan, pemerintah daerah akan terus membuka ruang komunikasi dengan semua pemangku kepentingan agar arah pembangunan perumahan di Banyuwangi dapat berjalan seimbang antara kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami berharap ke depan, setiap pengembang dan mitra keuangan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Banyuwangi sebagai kota yang inklusif, hijau, dan layak huni bagi semua,” pungkasnya.