Dinas PU Pengairan Banyuwangi Sosialisasikan Program Sekardadu, Ajak Sekolah Peduli Kelestarian Daerah Aliran Sungai

Banyuwangi, aktualrakyat.com – Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi melalui KorSDA Pesanggaran terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian sumber daya air. Salah satunya melalui sosialisasi Program Sekardadu (Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai) di SD Negeri 2 Sambirejo dan SMP Negeri 1 Bangorejo, Senin (21/9/2026).

Program Sekardadu merupakan salah satu upaya melibatkan lingkungan sekolah dalam menjaga dan merawat daerah aliran sungai (DAS). Melalui program tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan sumber daya air.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran KorSDA Pesanggaran melakukan sosialisasi sekaligus memperkenalkan konsep Sekardadu kepada pihak sekolah. Program ini diarahkan untuk membangun kesadaran siswa, guru, dan lingkungan sekolah agar memiliki kepedulian terhadap kondisi sungai serta ikut menjaga kebersihan dan kelestariannya.

Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, mengatakan keterlibatan sekolah sangat penting dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini.

“Program Sekardadu merupakan langkah strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap sumber daya air sejak usia sekolah. Anak-anak perlu dikenalkan bahwa sungai dan daerah aliran sungai merupakan bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga bersama,” ujar Cahyanto.

Menurutnya, pendidikan mengenai lingkungan akan lebih efektif apabila tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga diwujudkan dalam kegiatan nyata yang melibatkan siswa dan masyarakat sekolah.

“Kami ingin sekolah menjadi salah satu agen perubahan dalam menjaga lingkungan. Melalui edukasi dan kegiatan bersama, kami berharap tumbuh kebiasaan untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai serta ikut merawat lingkungan di sekitar sekolah,” katanya.

Cahyanto menjelaskan, keberhasilan menjaga kelestarian sumber daya air membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan kolaborasi dengan sekolah, masyarakat, komunitas, hingga generasi muda.

Program Sekardadu juga menjadi bagian dari strategi membentuk agent of change atau kader lingkungan di tingkat sekolah. Para siswa diharapkan dapat menjadi pelopor sekaligus mengajak lingkungan sekitarnya untuk lebih peduli terhadap kelestarian daerah aliran sungai.

“Kami berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja. Tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat,” tambah Cahyanto.

Ia menegaskan, menjaga sungai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas pengairan. Kesadaran seluruh masyarakat, termasuk generasi muda, sangat diperlukan agar fungsi sungai tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kalau sejak sekolah anak-anak sudah memiliki kepedulian terhadap sungai, kita optimistis akan lahir generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan sumber daya air. Ini investasi jangka panjang untuk menjaga Banyuwangi tetap lestari,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Related Posts