Bupati Banyuwangi dan Forkopimda, Rumuskan Langkah Strategis Atasi Kemacetan di Gumitir dan Ketapang

Banyuwangi, Aktualrakyat.com  – Bupati Banyuwangi memimpin langsung rapat koordinasi Forpimda mengidentifikasi tiga akar masalah kemacetan:

1. Pengurangan jumlah kapal penyeberangan rute Ketapang – Gilimanuk akibat proses docking untuk pemeriksaan kelayakan kapal.

2. Dominasi kendaraan besar dan tronton dengan tonase tinggi yang menyebabkan kapal hanya bisa memuat sekitar 70% dari kapasitas normal.

3. Perilaku pengemudi yang tidak tertib, saling mendahului antrean, serta minimnya informasi kepada masyarakat dan wisatawan terkait kondisi aktual di lapangan.

Forkopimda Banyuwangi merumuskan langkah strategis sebagai solusi jangka pendek dan menengah:

1. Pembentukan Satgas Khusus di bawah kendali Kapolresta Banyuwangi, untuk mengatur antrean dan memastikan tertib lalu lintas di area pelabuhan.

2. Pemasangan CCTV di titik strategis, yang dapat diakses secara daring melalui media sosial resmi guna memberikan informasi real-time kepada masyarakat.

3. Pembentukan Posko Gabungan di titik-titik rawan, terdiri atas personel TNI, Polri, Pemda, relawan, tenaga medis, serta pelibatan desa-desa sekitar sebagai simpul dukungan lapangan.

4. Pengalihan rute untuk kendaraan besar dan truk tronton agar menggunakan Pelabuhan Jangkar dengan tujuan Lombok, sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan di Ketapang.

5. Pemkab Banyuwangi berkirim surat resmi ke Kementerian Perhubungan, meminta percepatan penambahan armada kapal penyeberangan untuk mengatasi backlog kendaraan yang mengular.

6. Komandan Lanal Banyuwangi juga akan mengusulkan dukungan operasional kapal LST dari TNI AL, sebagai solusi alternatif jangka pendek untuk memperkuat kapasitas penyeberangan.

7. Penutupan Gumitir:

A. PO bus layani keberangkatan penumpang dari Kalibaru

B. Kesepakatan Penambahan pemberhentian penumpang KA pandanwangi di 6 stasiun dan tambahan operasional KA Mutiara Timur

C. Upaya tambahan Flight dgn Air asia rute JKt-BWX dan Fly jaya dan Susy air utk rute SBY- BWX.

‘Ini adalah kerja bersama. Kami ingin memastikan mobilitas warga dan distribusi logistik tetap berjalan, wisatawan tetap nyaman, dan perekonomian Banyuwangi tidak terganggu,” tegas Bupati.

Rapat ini dihadiri oleh jajaran TNI, Polri, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, dan stakeholder pelabuhan. Semua pihak menyepakati pentingnya sinergi dan respon cepat untuk memastikan Banyuwangi tetap aman dan kondusif di tengah dinamika arus lalu lintas yang tinggi

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Related Posts
Total
0
Share